Sejarah Puisi di Indonesia dan Peran Angakat 45

Sejarah Puisi di Indonesia

Sejarah Puisi pada masa Angkatan 45 berubah lebih luas. Di zaman ini puisi memiliki struktur bebas, kebanyakan beraliran ekspresionisme dan realisme, diksi mengungkapkan pengalaman batin penyair, menggunakan bahasa sehari-hari, banyak puisi bergaya sinisme dan ironi, dikemukakan permasalahan kemasyarakatan, dan kemanusiaan. Di periode awal kemerdekaan (1953-1961) kembali muncul satu generasi yang […]

» Read more

Geliat Puisi di Nusantara atau Pra-Indonesia

Geliat Puisi di Nusantara

Di Nusantara (Pra-Indonesia) puisi juga telah tumbuh dalam setiap masyrakat. Masing masing kebudayaan mempunyai tradisi puisi khas masing-masing. Sebutlah jawa dengan mantra, senandung, dan macapat. Sedangkan di kebudayan melayu juga ada tradisi mantra, pantun, syair, dan sebagainya. Pada pra Indonesia, sebagai mana sebutkan di atas, puisi sangat dekat dengan religiusitas […]

» Read more

Sejarah Puisi di Masjidil Haram

Sejarah Puisi

Sejarah Puisi di Masjidil Haram Puisi adalah kesusteraan yang paling tua. Puisi sudah tumbuh dalam masyarakat sebagai satu kesatuan dengan keyakinan (agama atau religiusitas). Nenek moyang manusia merapalkan kata-kata yang tersusun, indah dan tidak terlepas dari hal yang batin, mistis dan keyakinan pada suatu ihwal penciptaan. Sejarah puisi diduga mula-mula […]

» Read more