Mengkaji Watak AA Navis Lewat Cerpen Robohnya Surau Kami

SatraIndonesia.net – Siapa yang tidak kenal cerpen Robohnya Surau Kami, selain terpilih menjadi satu dari tiga cerpen terbaik majalah sastra Kisah, (1955). Cerpen ini sangat melegenda karna pesan yang sangat membangun.

Sayangnya, sangat sedikit orang yang tau tentang penulisn cerpen tersebut. Makanya dalam artikel kali ini, SatraIndonesia.net akan membahas sedikit tentang watak sang penulis cerpen Robohnya Suarau Kami. Beliau adalah Haji Ali Akbar Navis atau yang lebih dikenal dengan nama A.A. Navis seorang sastrawan dan budayawan Indonesia.

Hampir sama dengan matematika yang mempunyai rumus, untuk mengenal seorang penulis kita juga bisa menggunakan rumus. Rumusnya ia lah, seorang penulis biasanya bisa dinilai dari hasil karyanya. Tak usah berbelit-belit, mari kita mulai mengkaji si A.A. Navis lewat cerpenya ‘Robohnya Surau Kami’.

Baca juga: Cerpen Robohnya Surau Kami

Terlihat dari isi cerpen Robohnya Surau Kami, Pria kelahiran Padangpanjang, Sumatra Barat ini terkesan sangat ceplas ceplos. Kritik-kritik sosial yang mengalir apa adanya dalam karyanya bertujuan untuk membangunkan kesadaran setiap pribadi, agar hidup lebih bermakna. Ia selalu mengatakan yang hitam itu hitam dan yang putih itu putih.

Dalam karyanya yang melegenda tersebut, A.A. Navis sangat dominan membahas tentang urusan agama. Hal itu sangat wajar, karena terpengaruh oleh lingkungan asalnya, Minangkabau yang sangat kental dengan adat yang sejalan dengan urusan agama. Meski buka seorang yang Agamis, namun adat lingkungannya memaksa ia untuk berpandangan seperti itu.

Selain ceplas ceplos, watak yang sangat mendasar dari cerpennya tersebut adalah gaya berfikir yang sangat rasional atau logis. Tak heran jika ia sangat mempermasalahkan sesuatu yang tak masuk diakal. Dalam cerpen Robohnya Surau Kami, A.A. Navis mengisahkan seorang yang taat agama masuk ke dalam neraka karena tak mempunyai rasa peduli sesama manusia.

Jadi, kalau kita merujuk kepada hasil karya cerpen Robohnya Surau Kami, kita bisa menyimpulkan bahwa watak Navis adalah seorang yang sangat ceplas ceplos dan selalu berfikir rasional.

Jika lewat cerpen ‘Robohnya Surau Kami’ belum bisa memuaskan kita untuk mengkaji wtak A.A. Navis. Alangkah baiknya kita menyesuaikannya dengan membaca karya lainnya seperti: Zaim Penyair yang ke Istana┬ádan karya Navis lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *