Hujan Bulan Juni dari Puisi Hingga Trilogi Novel

Hujan Bulan Juni. (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Kepiawaian Sapardi Djoko Damono dalam merangkai puluhan kata menjadi sejuta makna tak bisa dipandang sebelah mata. Puisi semacam ‘Hujan Bulan Juni’ merupakan bukti kongkritnya. Karya sang Pujangga asal Solo ini meledak di pasaran sastra Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, ‘Hujan Bulan Juni‘ yang terdiri dari susunan kata tersebut ditambahkan dengan beberapa not dan irama dalam sebuah musikalisasi puisi. Hal ini bukan yang tidak disengaja, Sapardi Djoko Damono atau SDD sudah merancang sistem ini dengan tujuan tertentu.

Dilansir dari arireda.com, program ini rancang SDD guna membantu orang awam menikmati puisi lewat lagu. Kegiatan ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh Sapardi. Tiga tahun sebelumnya, ia sudah pernah melakukan hal serupa di tempat yang sama.

Musikalisasi puisi karya SDD dimulai pada tahun 1987 ketika beberapa mahasiswanya membantu program Pusat Bahasa, membuat musikalisasi puisi karya beberapa penyair Indonesia. Kegiatan tersebut sebagai upaya mengapresiasikan sastra kepada siswa SLTA. Saat itulah tercipta musikalisasi Aku Ingin oleh Ags Arya Dipayana dan Hujan Bulan Juni oleh Umar Muslim.

Ternyata karya ini tak berhenti dalam kumpulan kata dan nada saja. Pada 2015 silam Supardi mengeluarkan novel dengan judul yang sama. Novel ini adalah awal dari novel trilogi ‘Hujan Bulan Juni’. Berikut sastraindonesia.net merangkum novel trilogi novel ‘Hujan Bulan Juni’;

Hujan Bulan Juni

Dalam novel ini SDD mengisahkan hubungan antarmanusia yang diwarnai perbedaan budaya dan agama. Hal ini persis dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Novel ini di terbitkan pada Juni 2015.

Pingkat Melipat Jarak

Karya ini adalah lanjutan dari Hujan Bulan Juni. Dalam novel yang menampilkan tokoh Pingkan dan Sarwono menyiasati lingkungan sosial itu hingga kisah mereka memberi makna lebih atas kasih sayang. Novel ini dirilis pada ulang tahun SDD yang ke-77.

Yang Fana adalah Waktu

Dalam novel terakhir trilogi Juni ini terdapat buku kecil yang berisi sajak-sajak Sarwono untuk Pingkan. Buku ini diluncurkan pada 16 Maret 2018. (*)

Baca juga: Lagu-Lagu Ismail Marzuki yang Melegenda

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *