Angin Lalu Anjing

Engku Syntal

angin lalu, anjing lewat
tiada keramat teramat dekat
keranda menjemput musim

di perselisahan malam, nasib pagi
menanti pertimbangan rasa
nasi atau rejeki yang berbagi
sementara pedang tak sepanjang senapan
; mari letakan misil di atas piring

“perdamaian, perdamaian, perdamaian, perdamaian
banyak yang cinta damai, tapi perang makin ramai, ” lagu itu melucu melulu lalu ke telinga

; ayo siapkan batu, kain pelontar, dan bungkuslah dengan rindu
semoga berubah menjadi ubi

seekor lalat berkabar kepada kawanannya,
“mari rebut roti, tukar dengan disentri

anjing lalu membawa angin, angin datang membawa wabah
pagi datang tak membawa kabar, walau seangin, pembuka kelopak dari kuncup mawar
di durinya jutaan nyawa tertancap tulus

(Republik Manduliyah)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *